Saturday, May 19, 2018

PELANGI99 || Armin Meiwes: Kanibalisme yang Menggegerkan

PELANGI99 || Jika tahun 2003 Indonesia sempat dihebohkan dengan cerita kanibal Sumanto, maka dunia pada tahun 2002 dikejutkan dengan kisah kanibal yang tidak kalah mengerikan.
Sebelum PELANGI99 melanjutkan kisah di bawah ini, bagi yang sedang makan, atau yang memiliki jantung lemah atau mental tidak kuat, silahkan jangan baca artikel ini. Scroll ke bawah dengan resiko sendiri yah.


Ok…


Ini kesempatan terakhir….


Baik, jika sudah sampai sini, maka dianggap kalian sudah siap mental, dan sudah selesai makan…
Armin Meiwes, warga Jerman ditangkap polisi pada bulan Desember 2002 atas tuduhan pembunuhan di Internet. Pada tanggal 30 Januari 2004, dia dijatuh hukuman penjara 8 tahun di penjara. Kasus ini mendapat perhatian yang besar di media, karena beberapa alasan, pertama Meiwes melakukan pembunuhan lalu memakan korbannya. Kedua, korban bersedia untuk dimakan… #Bandarq
Biasanya Meiwes akan memposting iklan di sebuah situs yang disebut dengan nama The Cannibal Cafe. Website ini dikunjungi orang-orang yang memiliki fetish terhadap kanibalisasi. Kasarnya merasa terangsang ketika dimakan, atau merasa terangsang karena memakan orang.
Singkat cerita, Meiwes posting di situs untuk mencari orang yang berusia 18 hingga 30, yang siap untuk dibunuh dan di makan. Salah satu korban awal bernama Bernd Jurgen Armando Brandes memenuhi iklan tersebut. Beberapa orang lainnya juga tertarik dengan iklan tersebut. Tetapi belakangan mereka mengundurkan diri. Meiwes mengaku dia tidak memaksa mereka melakukan sesuatu di luar kehendak mereka. #Domino99
Kembali ke cerita, Brandes pun pergi ke rumah Meiwes tanggal 9 Maret 2001. Di sana mereka merekam kegiatan mereka. Meiwes memotong penis Brandes, dan dua lelaki itu mencoba memakan penis berbarengan sebelum Brandes menemui ajalnya.
Awalnya Brandes meminta agar Meiwes mencoba menggigit putus kemaluannya. Namun karena gagal, akhirnya menggunakan pisau. Branes sendiri mencoba memakan barang miliknya sendiri secara mentah-mentah, namun karena terlalu kenyal akhirnya gagal.
Meiwes sendiri mencoba memasak organ kemaluan sang korban, memberi bumbu dan mencoba memasak dengan menggunakan lemak tubuh Brandes. Namun karena gosong, akhirnya diberikan ke anjingnya. #AduQ
Semua kejadian di atas direkam. Di dalam sidang para hakim dan pengunjung bisa melihat, Brandes terlalu lemah untuk memakan akibat kekurangan darah cukup banyak. Meiwes sendiri duduk sambil membaca buku selama tiga jam, membiarkan Brandes tergeletak di dalam kamar mandi.
Isi rumah Meiwes
Isi rumah Meiwes
Meiwes memberikan alkohol dan obat pereda sakit, puluhan pil obat tidur. Dan akhirnya menciumnya kemudian menusuk tenggorokan Brandes hingga tewas. Dia menggantungkan mayat Brandes di pengait daging, dan semenjak itu dia memakan daging itu selama 10 bulan. Menyimpan sebagian daging ke lemari es, sisanya ke kotak pizza. #Capsa
Kalau Sumanto, memakan daging manusia karena ingin mencapai kesaktian, Meiwes mencari kepuasan seksual. Walaupun terdengar gila, fetish kanibalisme adalah sesuatu yang nyata dan digolongkan sebagai salah satu bentuk kelainan jiwa.
Armin Meiwes dalam sidang
Armin Meiwes dalam sidang
Kriminolog dan psikolog umumnya menggolong orang ini sebagai sosiopat. Orang yang tidak ada rasa empati, egois dan impulsif. Dalam beberapa hal, mereka tergolong memiliki fantasi yang sangat ekstrim terkait dengan kekerasan. Umumnya dengan cara membunuh saat berhubungan badan, atau bahkan memotong kelamin. Terkadang dilanjutkan memakan bagian dari tuhub korban. Tipe yang pertama ini disebut “erotophonophilia”
Selain itu, ada juga yang disebut “vorarephilia”, yakni merasa terangsang karena dimakan, memakan orang atau melihat orang lain memakan manusia. Brandes tergolong memiliki vorarephilia. #Sakong
Secara psikologis, mengapa orang bisa berpikir seperti demikian? Ini kemungkinan adalah turunan dari sadomasochism. Yakni perspektif dominasi atau submisif. Memakan seseorang bisa dianggap sebagai total dominasi seorang pemangsa, dan total submisif dari mangsa.
Satu hal yang mungkin kalian tidak ketahui adalah, di Internet, atau mungkin di Deep Web, masih banyak orang-orang seperti Armin Meiwes yang memiliki fetish seperti itu. Armin Meiwes sendiri mengaku, dia yakin setidaknya ada 800 orang Jerman lainnya yang sama seperti dirinya… #Poker


Sunday, May 6, 2018

Pelangi99 || Pengalaman Seram di Makam Porib Bandung

Pelangi99 || Kejadian ini ane alami pada hari Rabu tanggal 18 Juli 2012. Saat itu kantor ane ngadain semacam training perpajakan. Biasanya sih kalo ane pulang kantor itu paling telat keluar ya jam setengah 6 sore, berhubungan kantor ane ngadain pelatihan jadi ane beserta staff yang ada disana pulang jam 9 malem. Waktu menunjukkan pukul 21:15 ketika acara pelatihan tersebut selesai dan ane pun bergegas pulang ke rumah karena adik ane nge-sms suruh buru-buru pulang karena sebelumnya ane ga ngasih kabar kalo di kantor ane ada pelatihan pajak dulu makanya pulang sampe malem.

Ane kerja di Kantor Konsultan Pajak di daerah Taman Kopo Indah dan rumah ane ada di sekitar Leuwi Panjang. Ane pun bergegas untuk pulang dengan menggunakan sepeda motor. Ane pulang ke rumah melewati jalan yang biasa ane lewati kalo pulang pergi ke kantor yaitu Lewat Jalan Cibolerang karena jalan itu yang paling nyaman ane lewati dibanding lewat jalan Kopo yang macetnya minta ampun kalo di jam-jam masuk dan pulang kantor. Sebenernya sih lewat jalan Kopo juga bisa kalo malem-malem gini karena ga macet tapi berhubung ane biasa lewat jalan ke Cibolerang ya ane lewat sana aja lah. #Bandarq

Ane pun kemudian memacu motor ane untuk pulang ke rumah. Suasana dinginnya malam terasa sampe menusuk tulang karena ane hanya menggunakan kemeja tanpa menggunakan jaket, karena terasa banget dinginnya ane menurunkan kecepatan motor ane biar ga kerasa banget dinginnya. Jalan yang ane lewati saat itu bener-bener sepi hanya sesekali ada motor yang nyalip motor ane dan ada sesekali mobil atau motor yang datang dari arah berlawanan arah. Di samping jalan tukang dagang pun sudah sepi hanya minimarket saja yang masih buka. Di daerah yang ane lewati itu kiri kanan hanya tanah lapang yang luas diselingi dengan rumah warga yang jaraknya agak lumayan jauh sebelum masuk ke kawasan industri. Di daerah sana ada pabrik pabrik. Ketika melewati jalan itu ane harus memperlambat jalan motor ane karena jalannya yang kurang baik karena ada lubang jalan dan banyaknya kerikil yang membuat perjalanan harus ekstra hati-hati ditambah dengan gelapnya malam yang hanya disoroti lampu motor ane. #AduQ

Karena suasana jalan yang sangat sepi tiba-tiba ane perasaan ane ga enak dan merinding. Mungkin karena dinginnya malam kali ya ane merinding, pikir ane santai. Dan ane baru inget kalo-kalo di persimpangan jalan nanti yang bakalan ane lewati itu ada dua jalan yang bakalan ane lewati. Kalo ane lurus ane bakalan tembus ke jalan Kopo dan kalo ane belok kiri ane bakalan ngelewati Pemakaman Umum, nama pemakaman umum itu orang sekitar bilang nya Porib (orang Bandung pasti udah tau Porib itu dan cerita-cerita yang berkembang di masyarakat) lalu tembus ke Caringin. Dan ane memutuskan untuk ambil jalan lurus aja karena udah malem. Akhirnya ane sampai di persimpangan itu dan tanpa sadar ane membelokkan motor ane ke arah kiri.

Dan di sinilah kejanggalan mulai muncul. Entah apa yang ane pikirkan sehingga ane berbelok ke arah kiri dan masuk ke komplek Pemakaman Porib. Mungkin alam bawah sadar ane udah terbiasa karena kalo ane pulang kerja sore-sore ane selalu lewat jalan ini karena sore hari jalan ini masih ramai dilalui oleh kendaraan umum maupun pejalan kaki. Tapi kali ini beda. Sangat beda.

Jalan ini pun sangat sepi. Ga ada mobil, motor, truk. Bahkan pejalan kaki yang ane liat di jalan itu.

“Aturan sih ane balik arah dan ambil jalan yang ke arah jalan kopo tadi,” pikir ane sambil memacu kendaraan. Tibalah ane di jalan yang berkelok yang di sebelah kiri itu ada tempat semacam pengumpulan sampah jan jaraknya kira-kira 50 meter dari makam Ibu Inggit Garnasih (Ibu Inggit Garnasih dimakamkan di Porib ). Karena perasaan ane ga karuan ketika ane belok tiba-tiba ada kucing yang datang di arah samping kiri tumpukan sampah dan ane pun sontak ngerem mendadak motor ane dan tiba-tiba terdengar suara “Bletuk”. #Domino99

Ane yakin ane ngegeleng tu kucing karena ban belakang motor ane kerasa banget menggeleng sesuatu dan kaki kanan ane terasa basah serasa ada air yang mengenai tumit ane secara saat itu ane naik motor pke sendal. Sambil gemetaran ane turun untuk ngecek apa yang ane geleng itu bener-bener kucing. Kalo ane bener-bener ngegeleng tu kucing ane pasti ketakutan setengah mati karena mitos ngegeleng kucing itu bakalan sial.

Ane juga teringat beberapa minggu yang lalu pacar ane ngegeleng kucing dan dia ketakutan banget. Karena jalan saat itu memang gelap dan ga ada penerangan ane nyalain motor ane dan ane manfaatin lampu motor ane untuk menerangi jalan sambil mencari cari kucing yang ane lindes tadi. Ane puter puter motor ane tapi ane ga ngeliat kucing yang ane geleng tadi, disela-sela ane mencari kucing itu, tidak ada seorang pun baik motor atau mobil yang melintasi jalan itu. Ane bener-bener sendiri di sana. #Sakong

“Kok kucing nya ga ada sih?” tanya ane sambil kebingungan cari di sudut jalan ga ada. Padahal ane yakin seyakin-yakinnya bahwa tadi di depan ane ada kucing karena ane ngeliat sorotan mata nya yang memantulkan cahaya motor ane sebelum kucing itu ane lindes. Minimal ada lah rintihan kucing yang kesakitan karena kelindes atau apalah, tapi ini bener-bener ga ada.



Sepuluh menitan ane nyari tuh kucing tiba tiba bau amis yang sangat menyengat menusuk hidung ane sampe air liur yang ada di mulut ane menggenang di mulut dan air mata ane keluar menahan bau nya. Kepala ane pusing banget. Ga bisa dibayangin bau nya seperti apa. Meskipun jarak 2 meter itu ada tumpukan sampah, tapi ana tau bau sampah itu seperti apa dan bau amis ini seperti apa. Ane lirik ke sebelah kiri ane dan “astagfirullah”. #BandarPoker

Sesosok pocong tepat beberapa kaki di sebelah kiri ane. Ane menjerit ga bisa, lari ga bisa, mulut jadi kaku dan seluruh tenaga di badan ane pun seakan hilang. Pocong yang ane liat bener-bener lebih seram dari yang ane liat di TV. Apa yang harus ane lakuin saat itu. Entah apa yang ane lakuin, pandangan ane tiba-tiba ingin melihat ke arah kanan atas dan di sana ada pohon yang lumayan besar dengan ranting yang bercabang banyak. Dan “masyaallah”. Sesosok kuntilanak sedang duduk dengan tatapan datar dan sangat pucat.

Kuntilanak yang ane liat lebih seram dari yang ada di TV. Tidak ada ekspresi senyum atau apapun, ini bener-bener pucat dan datar. Tiga detik ane menatap itu karena untuk memalingkan muka sudah ga ada tenaga. Pikiran tentang kucing yang ane lindes pun hilang dan dengan sekuat tenaga ane kendarai motor ane dan sampailah di daerah Pasar Induk Caringin. #Bandar6

Badan ane yang lemes dan bergetar pun masih diselimuti rasa trauma yang mendalam. “Alhamdulillah” sampailah di rumah. Ane pun masih takut ketika ane di rumah karena rumah ane masih dalam tahap renovasi sehingga bangunannya masih belum tertata dengan rapi, terus nyokap ane manggil tukang urut yang bisa ngobati rasa takut ane namanya Pak Enjang. Badan ane panas banget dan kata Pak enjang itu ane ada yang “ngikutin” ane. Ane pun di kasih semacam air terus ane minum dan siram ke muka ane. Sampai tulisan ini ane tulis, ane pun masih merasakan apa yang telah terjadi ke ane. Semoga ini pengalaman pertama dan terakhir yang ane alami. #Capsa

Yang menarik dari cerita ini adalah apa yang dilindasnya. Mengapa kucing itu hilang. Dan mengapa semua kejadian misterius itu terjadi setelah dia melindas “kucing”? Kalau berbicara soal perdukunan di dunia barat, kucing apalagi kucing hitam dianggap bisa membawa kekuatan magis atau kasarnya ilmu hitam. Mungkinkah si penutur tidak sengaja melindas kucing yang tidak biasa? Sehingga tidak kelihatan? #kartuHoki